
“Kenapa istri saya tega sama kami? Padahal Vanessa sedang berjuang sembuh dari tumor otak, tapi dia malah kabur..Vanessa sekarang depresi.” ucap Pak Sukarji.

Vanessa divonis intracranial space occupying lesion (SOL), lesi abnormal yang menempati ruang di dalam otak atau mudahnya tumor otak. Dia sempat kritis dan koma di rumah sakit selama satu minggu dan disinilah kepedihannya.
“Karena saya gak punya biaya buat rawat inap dan pengobatannya, terpaksa waktu itu Vanessa dipulangin. Saya benar-benar gagal menjadi ayah”, ucap Pak Sukarji.

Belum sembuh dari satu penyakitnya, Vanessa mengalami depresi karena ditinggal sang ibu! Kini kondisinya kian memprihatinkan, Vanessa juga tidak bisa lagi melihat dan mendengar.
“Vanessa sering nyanyi-nyayi..ngeliat dia kayak gitu bikin hati saya makin hancur. Saya ingin melakukan yang terbaik agar dia sembuh, tapi upah jualan buah cuma 30 ribu. sehari habis untuk beli makan kami sekeluarga..”, lanjut Pak Sukarji.
Tak jarang pula dagangan Pak Sukarji sepi pembeli karena buah yang dijualnya membusuk. Bahkan beliau sampai rela hutang di bank untuk pengobatan Vanessa. Namun memang tidak bisa dilunasi secara cepat mengingat kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit dipenuhi.

Kami mengetuk pintu hati Bapak/Ibu donatur sekalian untuk menjadi sandaran bagi Vanessa. Kehadiran kita semua adalah bukti bahwa Vanessa tidak benar-benar ditinggalkan.
Mari kita berikan dukungan agar Vanessa bisa segera menjalani tindakan medis yang diperlukan untuk mengangkat penyakit di kepalanya. Setiap rupiah yang Anda sisihkan bukan sekadar materi, melainkan napas kehidupan dan harapan baru bagi Vanessa untuk kembali melihat indahnya dunia tanpa rasa sakit.