
"Biarlah aku yang lelah, biarlah aku yang lapar, asal Naumi bisa bernapas lega tanpa rasa sakit di jantungnya," ucap Bu Sulami.

Di sebuah sudut kecil dunia, Naumi, malaikat kecil yang baru berusia 1 tahun, sedang bertaruh nyawa di setiap helaan napasnya. Ia dengan jantung bocor yang membuat jantung mungilnya harus bekerja lebih keras. Dan di waktu yang bersamaan, ibunya juga sedang berjuang melawan kanker serviks yang membuat perjuangan mereka untuk sembuh terasa semakin berat.
Lebih menyakitkan lagi, ayah Naumi pergi sejak ia masih dalam kandungan dan sampai saat ini tak ada kabar. Sejak saat itu, Bu Sulami harus menjalani hari-hari beratnya sendirian.

Setiap hari adalah pertempuran hidup dan mati baginya. Di satu sisi, ia harus memeluk dan merawat putri kecilnya. Disisi lain, ia harus keluar bekerja sebagai tukang cuci, memeras tenaga demi mencari setiap rupiah untuk biaya pengobatan Naumi. Ia sendiri sedang berjuang melawan kanker, tapi tetap memilih bertahan demi bisa terus mendampingi anaknya.

"Biarlah aku yang lelah, biarlah aku yang lapar, asal Naumi bisa bernapas lega tanpa rasa sakit di jantungnya," itulah doa yang selalu ia langitkan di setiap sujudnya. Ia adalah seorang ibu yang rela menukar seluruh hidupnya hanya demi melihat senyum Naumi sekali saja, demi mendengar detak jantung yang normal dari putri tercintanya.
Yuk, bantu Naumi dan ibunya untuk terus berjuang. Bantuanmu bisa meringankan kebutuhan pengobatan, ongkos, bekal, dan kebutuhan lainnya selama mereka harus berobat jauh dari rumah.