
“Yang paling sakit bukan cuma benjolan di tubuh ini. Tapi ketika orang-orang menjauh karena mengira penyakit saya menular...”

Pak Parni (59) sudah puluhan tahun hidup dengan tubuh yang dipenuhi ratusan, bahkan ribuan benjolan akibat neurofibroma atau tumor jaringan saraf.
Benjolan ini sudah muncul sejak kecil, tapi Pak Parni sempat menjalani operasi pada 2019 untuk mengangkat benjolan di sekitar mata dan hidung yang membuatnya sulit bernapas dan melihat. Namun setelah operasi, benjolan kembali tumbuh dan semakin banyak.

Setiap hari, Pak Parni harus menahan rasa perih dan gatal. Ia bahkan tak boleh sembarangan menggaruk karena luka yang terbuka bisa memicu infeksi. Tak hanya menahan sakit, Pak Parni juga harus menghadapi ejekan hingga cemoohan yang mengatakan bahwa penyakitnya bisa menular.

“Mereka bilang saya seram dan menjijikan. Katanya penyakit saya bisa menular. paling sedihnya, tidak ada yang mau mempekerjakan saya. Padahal saya harus bertahan hidup,” tuturnya lirih.

Karena sulit mendapat pekerjaan, Pak Parni hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dari tetangga, seperti mencabut rumput. Untuk makan sehari-hari, ia juga sering kesulitan, apalagi untuk bisa berobat.
Guys, Pak Parni membutuhkan pertolongan kita. Maukah kamu ikut membantu meringankan beban dan perjuangannya? Yuk bantu Pak Parni dengan berdonasi di galang dana ini