Sehari-hari Ica tinggal berdua dengan satu Nenek Buyutnya, Bu Sunarti. Usia 80 tahun.
Bu Sunarti juga sedang sakit gondok. Jalan saja sudah tertatih, penglihatan mulai kabur.
Harusnya di usia Ica, waktunya pulang sekolah, main, belajar, dan bercanda.
Tapi kenyataan Ica berbeda.

Sepulang sekolah, seragam belum sempat dilepas, Ica langsung gendong keranjang kecil berisi jajanan.
Keliling kampung. Jualan seribuan.
Ciki, permen, Harga 1.000 perak.
Demi apa? Demi bisa beli beras hari ini. Demi bisa beli obat untuk Bu Sunarti.
Kadang dalam sehari jualannya cuma laku 10-15 bungkus. Dapat 15 ribu.
Itu dipakai buat beli nasi, lauk paling tempe, dan sisa nya ditabung buat obat nenek.
Bu Sunarti sering bilang ke Ica: "Nduk, kamu sekolah yang pinter ya. Nenek sudah tua, tidak bisa cari uang lagi"
Dan Ica hanya mengangguk sambil terus keliling.
Bayangkan... Anak 10 tahun memikul tanggung jawab orang dewasa. Menjadi tulang punggung untuk nenek buyutnya yang sakit.
Mungkin 20 ribu dari kita tidak seberapa. Tapi untuk Ica, itu artinya 20 bungkus jajanan yang tidak perlu dia jual keliling.
Itu artinya Ica bisa pulang sekolah, istirahat, dan belajar.
"Anak yatim dan aku seperti ini di surga" - Rasulullah SAW

Yuk kita jadi orang tua asuh untuk Ica. Kita gantikan lelahnya dengan bantuan kita.
Setiap 1.000 yang kamu titipkan, dicatat malaikat dan jadi doa untuk Ica.
Terima kasih. Semoga Allah mudahkan rezeki kita semua. Aamiin.