
“Mereka sering nangis rebutan botol susu, soalnya di panti kita cuma punya 3 botol yang dipakai bergantian. Kalo susu habis, kami isi dengan air gula biar mereka gak nangis..” ujar pengurus panti.
Sungguh menyedihkan kehidupan 30 bayi dan balita terlantar yang dibuang kedua orang tuanya di panti asuhan ini. Mereka sering kehabisan stok susu, sesekali pengurus panti menggantinya dengan air gula.
Sudah 1 tahun tak ada donatur tetap yang datang, kini mereka hanya bisa mengandalkan penghasilan pemilik panti yang bekerja sebagai driver ojol.

Namun biaya yang dibutuhkan sangat besar, tak sebanding dengan upah ojol yang minim. Apalagi banyak dari mereka dibuang saat bayi sehingga membutuhkan asupan susu yang cukup dan makanan bergizi agar tidak mengalami stunting.

Salah satunya adalah Ahyu (nama samaran) badannya kurus dan lemah. Ia ditemukan dalam sebuah kardus dan berbalut kain tipis. Di dalamnya, sang ibu meninggalkan pesan bahwa anaknya terlahir lumpuh dan tidak ada biaya untuk merawatnya.
“Waktu itu, saya dengar suara tangisan, saya kira itu suara anak kucing. Ternyata seorang bayi kedinginan dan hampir kehabisan napas. Badannya cuma dibalut kain, ada 1 baju dan setengah botol susu didalamnya..” ucap pengurus panti.

Selain kekurangan gizi, anak-anak juga tinggal di panti yang tak layak. Beberapa kasur sudah sangat tipis, bau, dan jelek. Anak-anak bahkan harus berhimpitan tidur di satu kasur yang sama. Bangunan pun semakin keropos, bolong di sana-sini, sudah sangat lapuk dan reyot.

Sahabat, puluhan bayi terlantar ini tak punya rumah untuk pulang dan orang tua yang memeluknya hingga dewasa nanti. mari bersama kita bantu mereka
![]()
Menanti doa-doa orang baik