
Kak jangan takut melihat wajahku ya. Kepalaku cekung, gak seperti bayi pada umumnya. Aku juga lahir tanpa tempurung kepala.
Namaku Reynald, baru satu tahun aku hidup di dunia ini. Dari semua bayi yang lahir, Tuhan memilihku dengan kondisi yang tidak sempurna ini. Tapi kalau kondisiku seperti ini terus, aku gak kuat, Kak.

Kepalaku setiap hari terasa sakit. Aku juga gak bisa minum ASI dengan baik karena bibirku sumbing. Belum pernah rasanya satu hari pun aku benar-benar sehat.
Sering aku melihat Ibu dan Ayah menangis. Aku pun cuma bisa menangis dan menjerit, tanpa bisa bilang apa yang sebenarnya aku rasakan.

Ibu dan Ayah sudah mati-matian berjuang supaya aku bisa sembuh. Tapi biaya pengobatan ku terus bertambah, dan sekarang aku masih membutuhkan operasi.
Ayah cuma bekerja sebagai buruh serabutan. Upahnya yang sedikit harus dibagi untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari, bahkan sering kali hanya cukup untuk membeli susuku.

Sedangkan, biaya perjalanan berobat termasuk kontrol rutin 1x sebulan, keperluan obat, dan lain-lain membutuhkan banyak uang.... Aku tak bisa melakukan apapun, setiap hari aku menatap wajah sedih mereka yang berusaha disembunyikan.
Mereka tersenyum, menyelipkan doa padauk agar aku cepat pulih, tapi aku tahu betul, hati Ayah dan Ibu hancur...
**
Orang Baik, adik Reynald hingga kini masih berjuang, keadaannya begitu mengenaskan. Dia membutuhkan operasi segera!