
Ditinggal di Kardus, 31 Anak Yatim Ini Kini Terancam Diusir dari Panti!
"Baru lahir langsung ditaruh dalam kardus, dibiarkan begitu saja di depan panti. Banyak dari mereka ditinggal tanpa nama, tanpa pernah dijenguk lagi..." — Pak Nizam.
Di sudut kota Makassar, berdirilah Panti Asuhan Al-Wahab. Selama 4 tahun, tempat ini menjadi pelindung bagi 31 anak yatim piatu yang sejak bayi sudah “dibuang” oleh orang tuanya.

Sebagian besar dari mereka ditemukan dalam kondisi memilukan — ada yang masih merah dibungkus kain lusuh, ada yang tergeletak di dalam kardus di depan pintu panti. Sejak itu, tak ada yang datang menjemput atau sekadar menengok.
Kini, seluruh hidup mereka bergantung pada Pak Nizam, seorang relawan yang merawat mereka sepenuh hati. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pak Nizam rela jadi tukang ojek, meski penghasilannya tak seberapa.
“Kalau rame orderan bisa bawa pulang 100 ribu, tapi kalau sepi paling cuma 40-50 ribu… itu pun harus dibagi untuk makan anak-anak,” ungkapnya lirih.
Sayangnya, beban itu kini semakin berat. Kontrakan panti sudah menunggak berbulan-bulan, dan mereka terancam diusir karena tak mampu bayar. Anak-anak ini juga sering hanya makan seadanya — tanpa lauk bergizi, tanpa susu, padahal mereka masih dalam masa tumbuh kembang.

Tak ada donatur tetap. Tak ada jaminan masa depan. Hanya ada satu sosok ayah — Pak Nizam — yang berjuang seorang diri.
![]()
Menanti doa-doa orang baik