
Mimpi Alif Terenggut Sunyi: Satu Matanya Hilang, Kini Kanker Mengincar Nyawanya
Di balik tawa lugu bocah berusia 7 tahun bernama Alif bertempat tinggal di Jawa Timur, tersimpan derita yang tak terbayangkan. Alif didiagnosis mengidap Malignant Neoplasm of Retina, sebuah kanker mata langka yang tumbuh ganas di lapisan saraf belakang matanya. Kanker ini bukan sekadar merusak penglihatan, tapi perlahan berusaha merenggut nyawa kecilnya.

Kondisinya kian kritis hingga tim medis tak punya pilihan lain: bola mata Alif harus diangkat. Bayangkan hancurnya hati seorang anak yang harus kehilangan separuh dunianya sebelum ia sempat melihat indahnya masa depan. Namun, operasi angkat bola mata bukanlah akhir dari perjuangan. Alif masih harus menjalani serangkaian kemoterapi rutin yang menyakitkan untuk memastikan sel kanker tidak menjalar ke otaknya.

Di sisi ranjang rumah sakit, sang ayah tertunduk lesu. Sebagai seorang buruh kasar, ia hanya mampu membawa pulang upah 50 ribu rupiah sehari. Uang itu seringkali habis hanya untuk ongkos ke rumah sakit, sementara biaya kemoterapi dan pengobatan penunjang lainnya melambung tinggi bak gunung yang mustahil didaki.
"Saya cuma buruh, Pak. Kadang buat makan saja susah, apalagi lihat Alif harus kemo terus. Hati saya hancur tiap lihat dia kesakitan, tapi dompet saya kosong," ucap sang ayah dengan mata berkaca-kaca.

![]()
Menanti doa-doa orang baik